NUTRISI APEL PAGI
(Obrolan ke 3 Kedai Spirit)
Ada satu kebiasaan yang kami bangun sekitar 3 tahun ini. Setiap pagi, tepat lima menit sebelum bel masuk sekolah berbunyi, ruang guru bertransformasi menjadi ruang charge pengisi daya. Di sana, pendidik dan tenaga kependidikan berkumpul. Kegiatan ini kami sebut apel pagi, sebuah rutinitas singkat yang menjadi “nutrisi” penting bagi jiwa dan semangat kami sebelum menyapa siswa.
Ada tiga asupan utama yang selalu konsisten kami konsumsi dalam apel ini. Pertama, doa bersama. Di ruang inilah kami mengetuk pintu langit, menengadahkan tangan, memanjatkan doa. Doa kami yang utama adalah memohon kelancaran dan keberkahan agar ilmu yang dibagikan hari ini bernilai ibadah. Sehingga aktivitas kami tidak semata menjalankan tugas sebagai ASN, tetapi lebih dari itu, bernilai ibadah. Ini adalah implementasi visi kami, membangun ekosistem sekolah yang relegius berdasarkan iman dan taqwa.
Kedua, menguatkan niat dan komitmen sebagai pendidik dan tenaga kependidikan. Sebagai pendidik bukan sekadar mentransfer materi, melainkan panggilan jiwa untuk mengajar, membimbing, mengevaluasi, dan menilai. Kami selalu mengingatkan pesan, diantara 40 menit jam pembelajaran, harus ada pesan karakter yang harus kami sampaikan. Sebagai tenaga kependidikan, melayani siswa dengan tanpa mengesampingkan nilai-nilai karakter kebaikan. Tenaga teknis kebersihan berhak membimbing anak dalam menjaga kebersihan lingkungan. Tenaga teknis keamanan berhak mendisiplinkan ketertiban kedatangan siswa ke sekolah. Melalui apel, kami saling menyuntikkan energi positif untuk menyambut siswa dengan senyuman terbaik dan kesabaran penuh. Kami berkomitmen karakter anak adalah tujuan kami.
Ketiga, sinkronisasi informasi harian. Agenda-agenda harian sekolah diinformasikan. Tujuannya, agar langkah kami sepanjang hari tetap seirama dan minim kendala.
Melalui nutrisi apel pagi, kami tidak hanya siap melayani pembelajaran secara fisik, tetapi juga secara mental dan spiritual. Ruang guru menjadi dapur sehat yang siap mengantarkan anak didik meraih masa depan mereka. Selamat mengabdi dengan hati. Bagaimana menurut Anda?!





Tinggalkan Balasan